Kamis, 12 Februari 2015

Masih Mencintainya

By Astrid Melanonia di 01.24 0 komentar

Seperti pada hari-hari sebelumnya kerjaanku hanya mengerjakan pr, belajar, dan belajar. Beginilah kehidupan seorang pelajar, apalagi saat ini aku duduk dibangku kelas IX. Belajar dengan sungguh-sungguh supaya mendapatkan SMA yang aku inginkan. Oh ia perkenalkan namaku Amelia, anak ke-2 dari 4 bersaudara.
Ketika aku sedang belajar, ponsel ku berbunyi. Aku segera membuka handphone ku, ku fikir bbm dari Putri. Putri? Ya, Putri teman dekatku di sekolah. Kedekatanku dengan Putri sudah cukup lama, bagaimana tidak? Waktu kelas 7 aku sekelas sama dia tapi di kelas 7 aku tidak begitu dekat dengannya, kelas 8 akupun juga sekelas dengannya, tidak kusangka ternyata di kelas IX ini kita sekelas lagi.
        “PING!!!”
        “PING!!!”
        “Amel?”
        ‘Huhhh mengganggu ku saja, siapa sih ini? tidak tahu apa aku sedang belajar’ ucapku kesal. Akhirnya aku pun membalas pesannya.
        “Ya?” balasku singkat. Tidak perlu menunggu lama akhirnya dia pun membalas pesanku
        “Boleh kenalan gak? Gw Raka kelas IX-D”
        ‘Raka? Raka siapa ya? Minta kenalan segala sih’ aku pun semakin penasaran olehnya. Besok paginya setiba disekolah aku menanyakan ke teman-temanku, akupun di kasih tahu yang mana namanya Raka. Kufikir dia akan lelah karna semalam aku balas bbm nya lama, bahkan sempat aku tidak balas tetapi dia tetap saja membbm ku.

....

        Semakin lama aku dan Raka bisa dibilang semakin dekat. Di sekolah setiap bertemu denganku Raka selalu senyum kepadaku dan menyapaku. Tak kusangka ternyata Raka menyukaiku, dia menyatakan suka kepadaku secara langsung sekaligus meminta ku untuk jadi pacarnya. Aku pun tidak langsung menjawab karna aku tidak yakin dengannya. Keesokan harinya aku pun menjawab ‘ya’ padahal banyak teman-temanku tidak setuju dengan keputusanku itu.
        Mungkin karna memang nama Raka sudah sedikit tercemar, tapi menurutku Raka baik trus dia gak buruk-buruk banget kok. Akhirnya aku dan Raka berpacaran. Perasaan ku sedikit demi sedikit mulai timbul.
        Pada malam harinya, temanku mengirimkan pesan kepadaku.
        “Amel baik-baik aja kan sama Raka?” tanyanya.
        “Iya, baik-baik aja kok. Kenapa emang, ris?” tanyaku kepada Riska. Ya, nama temanku ini Riska.
        “Maafya bukan nya gua ngerusak hubungan lu”
        “Kenapa sih, ris?” tanyaku lagi. Riska tak kunjung membalas pesanku ini.
        “Kenapa sih, Riska? Bikin penasaran aja deh” tanyaku semakin penasaran.
        “Tapi jangan marah ya, mel.”
Riska pun membalas pesanku ini dengan mengirimkan bukti chatan Raka dengan seseorang yang pernah dekat dengannya. Tanpa sadar airmata ku menetes begitu saja. Segini hancurkah hatiku? Begitu jahatkah Raka kepadaku? Kenapa dengan mudahnya aku menerimanya?
‘Bodoh banget sih mel jadi orang’ ucapku sebal kepada diriku sendiri. Akhirnya aku pun mengakhiri hubungan yang menyakitkan ini. Teman-temanku pun banyak yang menanyai ku, hampir sama pertanyaanya:
“Lu putus sama Raka?”
Tidak dapat kujelaskan, begitu hancur hatiku ketika mengetahui kalau dia hanya menjadikanku pelarian atau entah pelampiasaannya saja. Semenjak hari itu Raka setiap bertemu denganku tidak pernah menyapaku lagi.
....

Sampai saat ini, detik ini, menit ini aku pun masih mencintainya. Sedangkan dia? Sudah bersama dengan orang lain. Ketika aku sedang mendengarkan lagu ‘masih mencintainya’ aku pun ikut menyanyikan lagunya
‘ternyata ku masih memikirkannya, kekasih yang telah pergi, ku tak bisa mengakhiri rasa ini’
Mungkin saat ini kita sudah tidak bersama lagi. Dan saat ini kau telah menemukan perempuan yang tepat untuk mengisi hari-harimu.
‘Mungkinkah kita kan bersama lagi, seperti kisah yang lalu, haruskah aku memohon tolong aku, rasa ini menyiksa batinku’
Tak adakah namaku setitik yang masih tersimpan di hatimu? Rasa cinta yang tidak dapat terbalas lagi olehmu. Rasanya itu amat sangat sakit, begitu sakit ketika mengingat saat masih menjadi kita.
ku masih mencintainya, ku tak peduli walau dirinya, telah ada yang memiliki, sungguh ku ingin selalu dengannya’
Aku masih mencintainya, masih menyayanginya dan masih mencari tahu tentangnya. Tapi apakah dia mencintaiku, menyayangiku, dan mencari tahu tentangku? Sepertinya tidak, dia sudah dengan perempuan lain yang lebih tepat untuknya.
‘ku masih mengharapkannya, ku rela walau harus terluka. ku hanya ingin dia tahu, ku masih mencintai dirinya’
Terluka? Ya, terluka ketika harus melihat dia selalu bersama. Sakit sekali rasanya. Ingin menangis, mengeluarkan semua sesak dihati, hem... sepertinya tidak mungkin. Seakan-akan aku menunjukkan diriku sendiri lemah. Sebenarnya, memang lemah dan rapuh sekali.
‘Haruskah aku memohon tolong aku, rasa ini menyiksa batinku’
Tuhan..... tolong kuatkanlah aku untuk menjalankan hari-hariku ini dengan penuh senyuman, semangatilah aku dengan penuh kasih sayangmu, berilah kemudahan untukku.
Ku masih mencintainya, ku tak peduli walau dirinya, telah ada yang memiliki, sungguh ku ingin selalu dengannya’
Seperti bintang-bintang hilang di telan malam. Bagai harus melangkah tanpa ku tahu arah, lepaskan aku dari derita tak bertepi saat kau tak di sini.
‘Ku masih mengharapkannya, ku rela walau harus terluka. Ku hanya ingin dia tahu, ku masih mencintai dirinya’
Aku tak pernah mencoba melupakanmu, yang aku lakukan membiarkan perasaan ini mengalir dengan sendirinya, hingga aku tak mengingatnya lagi.
‘Ku hanya ingin dia tahu, ku masih mencintai dirinya’
Terimakasih sudah membuat aku nyaman dan bertahan dengan perasaan yang tersakiti. Mungkin saat ini kau sudah tidak menganggapku ada meski aku tepat didepan matamu, akan selalu ku ingat ketika kita awal bertemu, dekat, dekat, dan semakin dekat, lalu pada akhirnya kita pun semakin jauh. Terimakasih......
Tak ku kira airmata ku mengalir begitu deras ketika aku mendengarkan lagu ‘masih mencintainya’ ini. Saat ini kita sama-sama berjuang. Aku berjuang melupakanmu, dan kamu berjuang mempertahankan perempuan yang saat ini bersamamu.
Kenangan hanya dapat kita ingat, tidak dapat kita mulai buat lagi seperti masa depan.


Selesai


Maafkan corat-coretan blog daku yang gak jelas ini hehe. Terus stalk postingan blog daku yaaaa. Makasihhhh

Selasa, 10 Februari 2015

Mengagumimu Dari Jauh

By Astrid Melanonia di 07.34 0 komentar

Aku terbangun dari tidur lelap ku. Dibalik jendela kamarku terlihat matahari telah menyambutku. Perlahan ku jalan mendekati jendela kamarku, lalu ku serbakan gordyn-nya.
“Hoaaamm.....” Ucapku sembari merenggangkan tanganku “Pagi yang indah, udara yang sejuk. Oh.... sungguh indah ciptaanmu tuhan”

          Aku segera bergegas pergi ke kamar mandi karna hari ini ada jadwal kuliah pagi. Setelah siap aku segera pergi ke kampus. Setibanya di kampus aku menemui sahabat dekatku.
“Pagi pagi udah sibuk banget sih, rin.” Ledekku
“Apasih, sya. Ohya di caffe tante gue lagi nyari penyanyi buat ngehibur di caffe. Hem.... lo kan suaranya bagus banget tuh, mau ya? Plisss cuma hari ini kok” Ucap Karin memohon.
“Mana bagus sih, rin. Ntar pengunjung caffe tante lo pada kabur gimana?”
“Ishh enggak, pasti tante gue bakal berterima kasih banget sama lo” rayu Karin
“Ya, okey okey. Kalau pada kabur jangan salahin gue ya, rin”

     Hari ini jadwal mata kuliah ku memang tidak banyak, dan tidak membosankan. Aku dan Karin tidak pulang hingga larut, sehingga tidak terkutuk oleh dosen yang tiada hentinya memberi tugas. Karna aku sudah meng’iya’kan untuk menyanyi, jadi aku segera menuju ke caffe tantenya Karin yang berada di kawasan Jakarta-Barat.

....

“Hai semua” sapaku kepada seluruh pengunjung caffe.
“Perkenalkan nama gue Assya Talista” sambungku “Dengan berdirinya gue disini, ekhem.. gue Cuma pengen ngehibur kalian semua. Yaa... karna penyanyi sesungguhnya lagi izin. Sebenarnya ini pengalaman pertama gue berdiri di depan banyak orang, sebenarnya suara gue juga gak bagus-bagus banget” sambungku lagi “Jadi maaf banget kalo gue berdiri disini gak bisa ngehibur kalian semua”
“Gue pengen nyanyi sebuah lagu judulnya ‘Mengagumimu Dari Jauh’ enjoy guys” ucapku terakhirku sebelum memulai bernyanyi, akupun segera memetik gitarnya, lalu bernyanyi

Kisahmu harimu ku tau semua, tanpa kau berujar aku selami. Gerakmu guraumu kemasan raga, tanpa kau sadari aku pahami”
        Mengagumimu Dari Jauh. Ketika aku menyanyi maupun mendengarkan lagu ini aku selalu teringat oleh Khafi. Ya, aku mengagumi Khafi sudah cukup lama, semenjak aku masuk kuliah. Aku selalu memperhatikan gerak geriknya, seakan aku tidak ingin melewatkan kesempatan yang berharga ini. Terkadang mampu membuat hatiku menjadi hancur ketika melihat dia bersama dengan perempuan lain.

“Cinta memang mungkin inilah cinta, apapun lagumu aku jiwai. Cinta memang mungkin inilah cinta, tanpa ku miliki rindu terasa”
            Aku hanyalah seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu demi bekal masa depan. Aku sadar, aku hanya sanggup mengaguminya dari jauh. Namun, entah kenapa saat aku tidak melihatnya sehari saja aku merasa rindu sekali dengannya.

“Bukan tak percaya diri, karna aku tau diri”
            Ku hanya bisa menahan semua perasaan ini sesak memang, namun apalah daya... ku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa memendam semuanya. Karna aku tau diri, kamu sudah bersama dengan perempuan lain.

“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
         Aku memelukmu, walau hanya bayanganmu saja. Aku menjagamu tanpa kau menjaga ku kembali. Dan, aku menyayangimu tanpa kau ketahui.

Bukan tak percaya diri, karna aku tau diri
       Ya,  aku amat sangat tau diri. Aku bukan siapa-siapanya, bahkan dia kenalku saja tidak. Dia sudah bersama dengan perempuan lain. Apakah aku harus berkenalan dengannya, lalu mendekatinya, dan merusak hubungannya? Oh, tidak! Aku tidak sejahat itu.

Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
        Aku bahagia, saat melihat kau tersenyum. Walau bukan aku penyebab kamu bahagia. Apakah kamu tahu? Hatiku selalu menahan rasa tangis ketika melihat kamu tertawa dan bahagia dengan orang lain, apalagi dengan perempuan itu.

“Cinta memang mungkin inilah cinta, apapun lagumu aku jiwai. Cinta memang mungkin inilah cinta, tanpa ku miliki rindu terasa”
               Saat kau tak ada, terpenjara sepi ku nikmati sendiri. Tak terhitung waktu tuk melupakanmu. Aku tak pernah bisa, aku tak pernah bisa.

“Bukan tak percaya diri, tapi aku tau diri
        Jujur.... aku tak sanggup, aku tak bisa, dan aku tak mampu karna ku tertatih. Akankah aku bisa menggantikan perempuan itu? Membuatmu tersenyum.

“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
          Aku tersenyum, tertawa lepas seakan tidak ada beban tapi dibalik semua itu aku menahan pedihnya hati ini. Aku menahan semua, tapi hati kecilku tidak bisa berbohong. Sungguh.....

“Bukan tak percaya diri, karna aku tau diri
     Air mata ini mengalir membasahi pipiku. Seakan dialah yang hanya mengetahui perasaanku saat ini.

“Oh..... Oh..... u”

“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
       Mulut yang tak sanggup menyatakan tentang perasaan ini kepadanya, tangan yang hanya sanggup memegang erat bayangannya, Kaki yang hanya sanggup berdiri di tempat ketika melihatnya, dan hati ini yang hanya sanggup menyayanginya dari jauh. Ya. Sebatas mengagumi dari jauh. Dan aku akan selalu bahagia bila melihat dia bahagia.

 Prokk.... prokk.....prokk
Tepuk tangan para pengunjung terdengar sangat meriah pada saat aku selesai lagunya dan aku menghentikan petikan gitarnya.
“Waaahhh keren bangeeet”
“Menjiwai banget nyanyinya”
       Terdengar suara pengunjung yang tiada henti-hentinya menyanjung suaraku.
“Terimakasih, maaf banget kalau suaranya aneh. Ini pengalaman pertama gue banget” ucapku sebelum turun dari panggung.
“Lagi.....lagi.....lagi....” suara sorak sorai pengunjung, yang tidak ingin aku meninggalkan panggung ini. Aku pun hanya tersenyum, lalu turun dari atas panggung.

       Aku adalah orang yang paling takut kehilanganmu, tapi tak akan bisa memilikimu.









Makasih udah mau baca postingan blog gue yang ini. Ya, gue tau ini amatsangat gajelas. Jadi maafkan sajalah. Terus pantengin postingan-postingan gajeku yang berikutnya yaaaa hehehe
 

ASTRIDMELALL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos