Aku terbangun dari tidur lelap ku. Dibalik
jendela kamarku terlihat matahari telah menyambutku. Perlahan ku jalan
mendekati jendela kamarku, lalu ku serbakan gordyn-nya.
“Hoaaamm.....” Ucapku sembari merenggangkan tanganku “Pagi
yang indah, udara yang sejuk. Oh.... sungguh indah ciptaanmu tuhan”
Aku segera
bergegas pergi ke kamar mandi karna hari ini ada jadwal kuliah pagi. Setelah
siap aku segera pergi ke kampus. Setibanya di kampus aku menemui sahabat
dekatku.
“Pagi pagi udah sibuk banget sih, rin.” Ledekku
“Apasih, sya. Ohya di caffe tante gue lagi nyari penyanyi
buat ngehibur di caffe. Hem.... lo kan suaranya bagus banget tuh, mau ya? Plisss
cuma hari ini kok” Ucap Karin memohon.
“Mana bagus sih, rin. Ntar pengunjung caffe tante lo pada
kabur gimana?”
“Ishh enggak, pasti tante gue bakal berterima kasih banget
sama lo” rayu Karin
“Ya, okey okey. Kalau pada kabur jangan salahin gue ya, rin”
Hari ini jadwal
mata kuliah ku memang tidak banyak, dan tidak membosankan. Aku dan Karin tidak
pulang hingga larut, sehingga tidak terkutuk oleh dosen yang tiada hentinya
memberi tugas. Karna aku sudah meng’iya’kan untuk menyanyi, jadi aku segera
menuju ke caffe tantenya Karin yang berada di kawasan Jakarta-Barat.
....
“Hai semua” sapaku kepada seluruh pengunjung caffe.
“Perkenalkan nama gue Assya Talista” sambungku “Dengan
berdirinya gue disini, ekhem.. gue Cuma pengen ngehibur kalian semua. Yaa... karna
penyanyi sesungguhnya lagi izin. Sebenarnya ini pengalaman pertama gue berdiri
di depan banyak orang, sebenarnya suara gue juga gak bagus-bagus banget”
sambungku lagi “Jadi maaf banget kalo gue berdiri disini gak bisa ngehibur
kalian semua”
“Gue pengen nyanyi sebuah lagu judulnya ‘Mengagumimu Dari
Jauh’ enjoy guys” ucapku terakhirku sebelum memulai bernyanyi, akupun segera memetik
gitarnya, lalu bernyanyi
“Kisahmu
harimu ku tau semua, tanpa kau berujar aku selami. Gerakmu guraumu kemasan raga,
tanpa kau sadari aku pahami”
Mengagumimu Dari Jauh. Ketika aku
menyanyi maupun mendengarkan lagu ini aku selalu teringat oleh Khafi. Ya, aku
mengagumi Khafi sudah cukup lama, semenjak aku masuk kuliah. Aku selalu
memperhatikan gerak geriknya, seakan aku tidak ingin melewatkan kesempatan yang
berharga ini. Terkadang mampu membuat hatiku menjadi hancur ketika melihat dia
bersama dengan perempuan lain.
“Cinta
memang mungkin inilah cinta, apapun lagumu aku jiwai. Cinta memang mungkin
inilah cinta, tanpa ku miliki rindu terasa”
Aku hanyalah seorang mahasiswa yang
sedang menuntut ilmu demi bekal masa depan. Aku sadar, aku hanya sanggup
mengaguminya dari jauh. Namun, entah kenapa saat aku tidak melihatnya sehari
saja aku merasa rindu sekali dengannya.
“Bukan
tak percaya diri, karna aku tau diri”
Ku hanya bisa menahan semua perasaan
ini sesak memang, namun apalah daya... ku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya
bisa memendam semuanya. Karna aku tau diri, kamu sudah bersama dengan perempuan
lain.
“Biarkanku
memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu,
menyayangimu dari jauh”
Aku memelukmu, walau hanya
bayanganmu saja. Aku menjagamu tanpa kau menjaga ku kembali. Dan, aku
menyayangimu tanpa kau ketahui.
“Bukan tak percaya diri, karna aku
tau diri”
Ya, aku amat sangat tau diri. Aku bukan
siapa-siapanya, bahkan dia kenalku saja tidak. Dia sudah bersama dengan
perempuan lain. Apakah aku harus berkenalan dengannya, lalu mendekatinya, dan
merusak hubungannya? Oh, tidak! Aku tidak sejahat itu.
“Biarkanku memelukmu
tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu
dari jauh”
Aku bahagia,
saat melihat kau tersenyum. Walau bukan aku penyebab kamu bahagia. Apakah kamu
tahu? Hatiku selalu menahan rasa tangis ketika melihat kamu tertawa dan bahagia
dengan orang lain, apalagi dengan perempuan itu.
“Cinta
memang mungkin inilah cinta, apapun lagumu aku jiwai. Cinta memang mungkin
inilah cinta, tanpa ku miliki rindu terasa”
Saat kau
tak ada, terpenjara sepi ku nikmati sendiri. Tak terhitung waktu tuk
melupakanmu. Aku tak pernah bisa, aku tak pernah bisa.
“Bukan tak percaya diri, tapi aku tau diri”
Jujur....
aku tak sanggup, aku tak bisa, dan aku tak mampu karna ku tertatih. Akankah aku
bisa menggantikan perempuan itu? Membuatmu tersenyum.
“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku
menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
Aku tersenyum,
tertawa lepas seakan tidak ada beban tapi dibalik semua itu aku menahan
pedihnya hati ini. Aku menahan semua, tapi hati kecilku tidak bisa berbohong. Sungguh.....
“Bukan tak percaya diri, karna aku tau diri”
Air mata ini
mengalir membasahi pipiku. Seakan dialah yang hanya mengetahui perasaanku saat
ini.
“Oh..... Oh..... u”
“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku
menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
Mulut yang
tak sanggup menyatakan tentang perasaan ini kepadanya, tangan yang hanya sanggup
memegang erat bayangannya, Kaki yang hanya sanggup berdiri di tempat ketika
melihatnya, dan hati ini yang hanya sanggup menyayanginya dari jauh. Ya. Sebatas
mengagumi dari jauh. Dan aku akan selalu bahagia bila melihat dia bahagia.
Prokk.... prokk.....prokk
Tepuk tangan para pengunjung
terdengar sangat meriah pada saat aku selesai lagunya dan aku menghentikan
petikan gitarnya.
“Waaahhh keren bangeeet”
“Menjiwai banget nyanyinya”
Terdengar suara
pengunjung yang tiada henti-hentinya menyanjung suaraku.
“Terimakasih, maaf banget kalau suaranya aneh. Ini pengalaman
pertama gue banget” ucapku sebelum turun dari panggung.
“Lagi.....lagi.....lagi....” suara sorak sorai pengunjung, yang
tidak ingin aku meninggalkan panggung ini. Aku pun hanya tersenyum, lalu turun
dari atas panggung.
Aku adalah
orang yang paling takut kehilanganmu, tapi tak akan bisa memilikimu.
Makasih udah mau baca postingan blog gue yang ini. Ya, gue tau ini amatsangat gajelas. Jadi maafkan sajalah. Terus pantengin postingan-postingan gajeku yang berikutnya yaaaa hehehe

0 komentar:
Posting Komentar