Selasa, 10 Februari 2015

Mengagumimu Dari Jauh

By Astrid Melanonia di 07.34

Aku terbangun dari tidur lelap ku. Dibalik jendela kamarku terlihat matahari telah menyambutku. Perlahan ku jalan mendekati jendela kamarku, lalu ku serbakan gordyn-nya.
“Hoaaamm.....” Ucapku sembari merenggangkan tanganku “Pagi yang indah, udara yang sejuk. Oh.... sungguh indah ciptaanmu tuhan”

          Aku segera bergegas pergi ke kamar mandi karna hari ini ada jadwal kuliah pagi. Setelah siap aku segera pergi ke kampus. Setibanya di kampus aku menemui sahabat dekatku.
“Pagi pagi udah sibuk banget sih, rin.” Ledekku
“Apasih, sya. Ohya di caffe tante gue lagi nyari penyanyi buat ngehibur di caffe. Hem.... lo kan suaranya bagus banget tuh, mau ya? Plisss cuma hari ini kok” Ucap Karin memohon.
“Mana bagus sih, rin. Ntar pengunjung caffe tante lo pada kabur gimana?”
“Ishh enggak, pasti tante gue bakal berterima kasih banget sama lo” rayu Karin
“Ya, okey okey. Kalau pada kabur jangan salahin gue ya, rin”

     Hari ini jadwal mata kuliah ku memang tidak banyak, dan tidak membosankan. Aku dan Karin tidak pulang hingga larut, sehingga tidak terkutuk oleh dosen yang tiada hentinya memberi tugas. Karna aku sudah meng’iya’kan untuk menyanyi, jadi aku segera menuju ke caffe tantenya Karin yang berada di kawasan Jakarta-Barat.

....

“Hai semua” sapaku kepada seluruh pengunjung caffe.
“Perkenalkan nama gue Assya Talista” sambungku “Dengan berdirinya gue disini, ekhem.. gue Cuma pengen ngehibur kalian semua. Yaa... karna penyanyi sesungguhnya lagi izin. Sebenarnya ini pengalaman pertama gue berdiri di depan banyak orang, sebenarnya suara gue juga gak bagus-bagus banget” sambungku lagi “Jadi maaf banget kalo gue berdiri disini gak bisa ngehibur kalian semua”
“Gue pengen nyanyi sebuah lagu judulnya ‘Mengagumimu Dari Jauh’ enjoy guys” ucapku terakhirku sebelum memulai bernyanyi, akupun segera memetik gitarnya, lalu bernyanyi

Kisahmu harimu ku tau semua, tanpa kau berujar aku selami. Gerakmu guraumu kemasan raga, tanpa kau sadari aku pahami”
        Mengagumimu Dari Jauh. Ketika aku menyanyi maupun mendengarkan lagu ini aku selalu teringat oleh Khafi. Ya, aku mengagumi Khafi sudah cukup lama, semenjak aku masuk kuliah. Aku selalu memperhatikan gerak geriknya, seakan aku tidak ingin melewatkan kesempatan yang berharga ini. Terkadang mampu membuat hatiku menjadi hancur ketika melihat dia bersama dengan perempuan lain.

“Cinta memang mungkin inilah cinta, apapun lagumu aku jiwai. Cinta memang mungkin inilah cinta, tanpa ku miliki rindu terasa”
            Aku hanyalah seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu demi bekal masa depan. Aku sadar, aku hanya sanggup mengaguminya dari jauh. Namun, entah kenapa saat aku tidak melihatnya sehari saja aku merasa rindu sekali dengannya.

“Bukan tak percaya diri, karna aku tau diri”
            Ku hanya bisa menahan semua perasaan ini sesak memang, namun apalah daya... ku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa memendam semuanya. Karna aku tau diri, kamu sudah bersama dengan perempuan lain.

“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
         Aku memelukmu, walau hanya bayanganmu saja. Aku menjagamu tanpa kau menjaga ku kembali. Dan, aku menyayangimu tanpa kau ketahui.

Bukan tak percaya diri, karna aku tau diri
       Ya,  aku amat sangat tau diri. Aku bukan siapa-siapanya, bahkan dia kenalku saja tidak. Dia sudah bersama dengan perempuan lain. Apakah aku harus berkenalan dengannya, lalu mendekatinya, dan merusak hubungannya? Oh, tidak! Aku tidak sejahat itu.

Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
        Aku bahagia, saat melihat kau tersenyum. Walau bukan aku penyebab kamu bahagia. Apakah kamu tahu? Hatiku selalu menahan rasa tangis ketika melihat kamu tertawa dan bahagia dengan orang lain, apalagi dengan perempuan itu.

“Cinta memang mungkin inilah cinta, apapun lagumu aku jiwai. Cinta memang mungkin inilah cinta, tanpa ku miliki rindu terasa”
               Saat kau tak ada, terpenjara sepi ku nikmati sendiri. Tak terhitung waktu tuk melupakanmu. Aku tak pernah bisa, aku tak pernah bisa.

“Bukan tak percaya diri, tapi aku tau diri
        Jujur.... aku tak sanggup, aku tak bisa, dan aku tak mampu karna ku tertatih. Akankah aku bisa menggantikan perempuan itu? Membuatmu tersenyum.

“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
          Aku tersenyum, tertawa lepas seakan tidak ada beban tapi dibalik semua itu aku menahan pedihnya hati ini. Aku menahan semua, tapi hati kecilku tidak bisa berbohong. Sungguh.....

“Bukan tak percaya diri, karna aku tau diri
     Air mata ini mengalir membasahi pipiku. Seakan dialah yang hanya mengetahui perasaanku saat ini.

“Oh..... Oh..... u”

“Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjagamu tanpa menjagamu, menyayangimu dari jauh”
       Mulut yang tak sanggup menyatakan tentang perasaan ini kepadanya, tangan yang hanya sanggup memegang erat bayangannya, Kaki yang hanya sanggup berdiri di tempat ketika melihatnya, dan hati ini yang hanya sanggup menyayanginya dari jauh. Ya. Sebatas mengagumi dari jauh. Dan aku akan selalu bahagia bila melihat dia bahagia.

 Prokk.... prokk.....prokk
Tepuk tangan para pengunjung terdengar sangat meriah pada saat aku selesai lagunya dan aku menghentikan petikan gitarnya.
“Waaahhh keren bangeeet”
“Menjiwai banget nyanyinya”
       Terdengar suara pengunjung yang tiada henti-hentinya menyanjung suaraku.
“Terimakasih, maaf banget kalau suaranya aneh. Ini pengalaman pertama gue banget” ucapku sebelum turun dari panggung.
“Lagi.....lagi.....lagi....” suara sorak sorai pengunjung, yang tidak ingin aku meninggalkan panggung ini. Aku pun hanya tersenyum, lalu turun dari atas panggung.

       Aku adalah orang yang paling takut kehilanganmu, tapi tak akan bisa memilikimu.









Makasih udah mau baca postingan blog gue yang ini. Ya, gue tau ini amatsangat gajelas. Jadi maafkan sajalah. Terus pantengin postingan-postingan gajeku yang berikutnya yaaaa hehehe

0 komentar:

Posting Komentar

 

ASTRIDMELALL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos